Abstrak

Jurnal Ilmiah Kebidanan FEMINA merupakan publikasi berkala yang didedikasikan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan praktik kebidanan melalui penyebaran hasil penelitian yang kredibel dan inovatif. Jurnal ini memainkan peran sentral dalam ekosistem akademik dan profesional kebidanan, berfungsi sebagai platform vital bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk bertukar informasi terkini mengenai kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta aspek-aspek terkait pelayanan kebidanan komunitas dan institusional. Fokus utama jurnal ini mencakup spektrum luas mulai dari asuhan antenatal, persalinan, asuhan pascanatal, neonatologi, hingga isu-isu kontemporer seperti etika klinis, pendidikan kebidanan, dan implementasi teknologi dalam praktik. Melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) yang ketat dan berstandar tinggi, FEMINA berkomitmen untuk memastikan kualitas dan integritas setiap artikel yang diterbitkan, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik kebidanan berbasis bukti (evidence-based practice) di Indonesia dan kawasan regional. Keberadaan jurnal ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan antara teori dan praktik, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berfokus pada kesejahteraan perempuan dan keluarga.

Ruang Lingkup dan Fokus Jurnal FEMINA

Ruang lingkup Jurnal FEMINA dirancang untuk mencakup seluruh spektrum asuhan kebidanan dan kesehatan reproduksi. Fokus tematiknya sangat luas, namun tetap terpusat pada isu-isu yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan ibu, bayi, dan keluarga. Secara garis besar, ruang lingkup publikasi dalam FEMINA meliputi beberapa domain utama:

  1. Asuhan Kesehatan Ibu: Meliputi penelitian tentang Asuhan Antenatal (ANC), strategi pencegahan komplikasi kehamilan seperti preeklamsia dan diabetes gestasional, manajemen persalinan normal dan patologis, serta asuhan pascanatal (PNC) termasuk deteksi dini komplikasi dan dukungan menyusui eksklusif. Penelitian yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait persalinan juga menjadi prioritas.
  2. Kesehatan Neonatal dan Anak: Mencakup studi mengenai asuhan bayi baru lahir, manajemen resusitasi neonatal, perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR), pencegahan infeksi neonatal, serta imunisasi dan pertumbuhan anak. Fokus pada Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan peran bidan dalam promosi kesehatan anak menjadi area penting.
  3. Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB): Termasuk penelitian tentang pilihan dan akses terhadap kontrasepsi, kesehatan remaja, pencegahan dan penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS, serta isu-isu terkait menopause dan kesehatan reproduksi pada usia lanjut.
  4. Kebidanan Komunitas dan Sosial-Budaya: Domain ini mengakomodasi penelitian yang mengaitkan praktik kebidanan dengan konteks sosial, budaya, dan ekonomi. Contohnya adalah studi tentang peran dukun bayi tradisional versus bidan, hambatan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil, dan efektivitas intervensi kesehatan berbasis komunitas.
  5. Pendidikan dan Etika Kebidanan: Meliputi evaluasi kurikulum pendidikan kebidanan, metode pengajaran klinis yang inovatif, pengembangan kompetensi profesional, serta isu-isu etika dan hukum dalam praktik kebidanan, seperti informed consent dan kerahasiaan pasien.

Tabel di bawah ini mengilustrasikan pembagian fokus tematik yang seringkali menjadi prioritas dalam penerbitan Jurnal FEMINA:


Fokus Tematik Deskripsi Sub-Area Penelitian Utama
Praktek Klinis Berbasis Bukti Meta-analisis, kajian sistematis, dan uji klinis terkontrol (RCT) terkait intervensi kebidanan
Manajemen Komplikasi Obstetrik Deteksi, pencegahan, dan penanganan perdarahan pascapersalinan (PPH), sepsis, dan preeklamsia
Kesehatan Mental Perinatal Skrining dan intervensi untuk depresi pascapersalinan, kecemasan kehamilan, dan dukungan psikologis
Inovasi Teknologi Kebidanan Penggunaan USG portabel, aplikasi kesehatan digital (mHealth), dan sistem informasi kesehatan
Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak Evaluasi implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap akses dan kualitas asuhan kebidanan